RINDU
Dikau dtg lg..
Menyapa segenap sanubari
Dikala sepi mencengkam diri
RINDU
Apakah yg dikau cari..
Mengapa sering menghimpit hati
RINDU
Tidakku tahu keperluanmu..
Bijak mencuri lakaran perasaanku
RINDU
Kesungguhan darimu..
Dalam meniti layar hatiku
Membuaiku bagai ombak lalu
RINDU
Ku ingin tahu..
Adakah benar dikau pelengkap indah kenanganku
Atau
Dikau hanyalah bayangan luka gurisan kalbu
RINDU
Kepastian tetap aku nanti..
Biarpun menanti di hujung hari
Puisi Cinta ini telah dikirimkan oleh saudari Nor Haslinda
Jumat, 25 November 2011
POLA PERCINTAAN DI KALANGAN PELAJAR
Bercinta sememangnya sesuatu yang indah bagi yang mengalaminya. Namun, bagi yang tidak mengalaminya pula mempunyai pendapat yang tersendiri. Tidak dinafikan setiap insan di muka bumi ini dilahirkan untuk mencintai dan dicintai sesama manusia namun itu bukanlah alasan untuk melakukan perkara tersebut di luar batas sehingga mengenepikan agama dan adat budaya. Saban hari, kita disajikan dengan pelbagai isu percintaan di kalangan pelajar universiti sehinggakan masyarakat memandang serong terhadap pelajar universiti. Berdua-duaan, bercumbuan dan berpelukan di khalayak ramai sudah menjadi perkara biasa bagi pelajar universiti namun bagi mata-mata yang memandangnya amat menjijikkan. Dimanakah maruah seorang insan yang bergelar mahasiswa/mahasiswi sehingga sanggup berkelakuan jelek di khalayak ramai.
Ramai yang berpendapat, ketika menuntut di universitilah saat yang paling sesuai untuk memilih pasangan hidup. Sejauh manakah kebenaran tersebut? Dimana letaknya standard universiti yang dikatakan gedung menimba ilmu atau ianya sekadar nama sahaja sebaliknya lebih sesuai dikatakan sebagai pusat mencari jodoh? Sungguh menyedihkan apabila universiti yang sepatutnya melahirkan insan yang berjaya tidak memenuhi kehendak negara dan masyarakat.
Oleh yang demikian, melalui blog ini akan dipaparkan masalah-masalah serta isu yang dialami oleh pelajar-pelajar universiti di Malaysia. Tindakan-tindakan yang sewajarnya haruslah dilakukan dengan kadar yang segera. Malah, tidak dinafikan juga ada di kalangan pelajar universiti yang bercinta sejak di zaman universiti bersatu di jinjang pelamin. Keadaan ini semuanya bergantung kepada individu itu sendiri dalam melayari alam percintaan.
Posted by TASYALAKIN
Ramai yang berpendapat, ketika menuntut di universitilah saat yang paling sesuai untuk memilih pasangan hidup. Sejauh manakah kebenaran tersebut? Dimana letaknya standard universiti yang dikatakan gedung menimba ilmu atau ianya sekadar nama sahaja sebaliknya lebih sesuai dikatakan sebagai pusat mencari jodoh? Sungguh menyedihkan apabila universiti yang sepatutnya melahirkan insan yang berjaya tidak memenuhi kehendak negara dan masyarakat.
Oleh yang demikian, melalui blog ini akan dipaparkan masalah-masalah serta isu yang dialami oleh pelajar-pelajar universiti di Malaysia. Tindakan-tindakan yang sewajarnya haruslah dilakukan dengan kadar yang segera. Malah, tidak dinafikan juga ada di kalangan pelajar universiti yang bercinta sejak di zaman universiti bersatu di jinjang pelamin. Keadaan ini semuanya bergantung kepada individu itu sendiri dalam melayari alam percintaan.
Selasa, 15 November 2011
Senin, 31 Oktober 2011
Jumat, 28 Oktober 2011
pantun
| ||
Ada juga buah anggur
Awalnya romantis
Pas tekdung malah kabur
Selasa, 25 Oktober 2011
Profil Bullet For My Valentine Diposkan oleh Music Mania di 23:41 Label: Bullet for my valentine Hingga saat ini, Bullet For My Valentine, yang beranggotakan Matthew “Matt” Tuck (Vocals, guitars, Screamers) Michael “Padge” Paget (Guitars) Michael “Moose” Thomas (Drums) Jason “Jay” James (Bass, Backing Death Growl) telah merilis 5 album. Tepatnya 2 EP, “Bullet For My Valentine” (2004) & “Hand of Blood” (2005) dan 3 full album, “The Poison” (akhir 2005) , “Scream Aim Fire”(2008), & "Fever" (2010) Bullet For My Valentine bermula dari sebuah band cover version bernama 12 Pints of My Girlfriend’s yang dibentuk sekitar tahun 1997. Band ini kerap kali meng-cover lagu-lagu milik Metallica dan Nirvana ketika perform. Pada tahun 2002 mereka mematangkan materi dan akhirnya menelurkan EP bertajuk “You/Play With Me” dimana saat itu identitas band mereka telah berubah menjadi Jeff Killed John. Jeff Killed John kemudian terinspirasi oleh Korn dan Limp Bizkit yang ketika itu sedang tenar-tenarnya bernaung dibawah genre nu-metal. Mereka pun mengumpulkan materi berikutnya untuk membuat full album. Namun sangat disayangkan ketika akan masuk dapur rekaman bassis mereka, Nick Crandle hengkang dari band. Rencana rekaman pun saat itu batal sampai mereka mendapatkan bassis pengganti, Jason James (bassis mereka hingga saat ini). Ketika Jason James masuk sempat terjadi sebuah pergolakan batin di band. Musik nu-metal yang mereka usung sudah tidak trend lagi, padahal materi album sudah siap. Mereka pun berkesimpulan bahwa jiwa bermusik mereka bukan di nu-metal. Singkat cerita mereka berubah aliran musik menjadi metalcore dengan identitas baru Bullet For My Valentinepada tahun 2003. Sejak saat itulah nama mereka mulai terdengar. Bahkan untuk sekelas band baru dengan musik metalcore yang terdengar berbeda, Bullet For My Valentine meraih prestasi yang cukup baik. Produksi EP self-titled mereka “Bullet for My Valentine” cukup sukses mendapat tanggapan di Inggris. Begitu juga dengan EP kedua mereka, “Hand of Blood”. Respon signifikan terlihat saat debut full album mereka dirilis akhir tahun 2005. Mereka pun mulai diperhitungkan di kancah musik metal dunia. Begitu juga dengan album baru mereka, “Scream Aim Fire” yang rilis di Indonesia bulan April 2008 lalu. Influence bermusik mereka dari band-band gaek macam Metallica, Pantera, Iron Maiden, Machine Head, Megadeth semakin memperjelas perbedaan musik mereka diawal-awal dengan sekarang. Dari nu-metal kini lebih mengarah ke old school thrash metal. Bahkan ketika album “Scream Aim Fire” dirilis banyak yang berkata bahwa Metallica adalah kompetitor terberat mereka tahun ini. Anda sedang membaca artikel tentang Profil Bullet For My Valentine dan anda bisa menemukan artikel Profil Bullet For My Valentine ini dengan url http://foreign-rockers.blogspot.com/2011/03/profil-bullet-for-my-valentine.html,
Perjalanan Hidup Michael jordan ________________________________________ Siapa yang tidak kenal Michael Jordan? Dia merupakan pemain basket Amerika yang tercatat sebagai salah satu yang tersukses sepanjang sejarah bola basket. Michael Jordan malang melintang dalam kompetisi basket NBA di Amerika Serikat dengan segudang prestasi. Selain itu, Jordan juga bersinar bersama tim nasional Amerika Serikat. Masa Kecil Michael Jordan Michael Jordan sebenarnya mempunyai nama lengkap Michael Jeffrey Jordan. Dia merupakan anak keempat dari lima bersaudara yang lahir dari keluarga James dan Deloris Jordan. Michael Jordan lahir pada 1963 di Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Ketika keluarganya pindah dari Brooklyn ke Wilmington, Carolina Utara, Jordan kecil mulai menyukai basket. Ketika menginjak remaja, bakat alamiah Jordan dalam bermain basket mulai terlihat, sehingga Jordan mulai terkenal di Carolina. Apalagi, setelah tim yang dia bela berhasil menjuarai liga basket di kota tersebut. Akan tetapi, dengan prestasinya tersebut ternyata tidak membuat Michael Jordan dapat dengan mudah masuk ke tim basket di Wilmington’s Laney High School. Dia ditolak masuk tim senior. Akan tetapi, pelatih tim basket Laney yang bernama Clifton Herring memberikan kepercayaan kepada Jordan untuk berlatih dalam tim junior. Ketika berada di tahun kedua bersama tim Laney, Jordan yang mempunyai tinggi 185 cm rata-rata dapat membuat 25 poin untuk tiap pertandingan yang dia lakoni. Seiring dengan berjalannya waktu, Jordan mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, sehingga tingginya mencapai 191 cm. Selain itu, kemampuannya dalam bermain basket juga turut berkembang dan hal ini berkat bimbingan salah satu saudaranya yang bernama Larry. Perkembangan kemampuannya yang pesat tersebut akhirnya mengantarkan Jordan menjadi pemain penting dalam tim basket Laney. Sepanjang membela tim Laney tersebut, Jordan berhasil mempersembahkan 19 kemenangan. Awal Karir Michael Jordan Kabar tentang kemampuan bermain basket Michael Jordan yang terbilang luar biasa akhirnya terdengar oleh pelatih tim basket Universitas Carolina Utara, UNC (University of North Carolina), Dean Smith. Smith merekrut Jordan untuk bergabung dalam tim basket yang dia latih pada 1981. Dari sinilah awal bintang Jordan mulai bersinar. Dalam tim basket di UNC, Jordan menjadi pemain yang luar biasa. Oleh karena itu, meskipun belum tergabung dalam tim basket yang profesional, Jordan diminta membela tim nasional Amerika Serikat dalam Olympic Games pada 1984 di Los Angeles, California. Dalam kompetisi tersebut, Jordan dapat membuat 17,1 poin tiap gamenya dan berhasil memboyong medali emas. Masa-Masa Emas Michael Jordan Pada 1984, Michael Jordan memulai karir profesional setelah terpilih sebagai anggota tim basket NBA, Chicago Bulls. Dengan kemampuannya yang luar biasa dalam bermain basket, Jordan berhasil mengantarkan Bulls untuk menjadi juara kompetisi basket NBA sebanyak 6 kali, yaitu kompetisi 1991, 1992, 1993, 1996,1997, dan 1998. Michael Jordan juga berhasil menjadi pemain yang paling berharga bagi tim NBA pada 1988, 1991, 1992, 1996, dan 1998. Selain bersinar dalam timnya, Jordan dan beberapa pemain NBA lainnya, seperti Scottie Pippen, Larry Bird, Magic Johnson, dan pemain-pemain top NBA lainnya yang tergabung dalam tim nasional basket Amerika Serikat juga berhasil meraih medali emas dalam kejuaraan dunia basket pada 1992 di Barcelona, Spanyol. Mengundurkan Diri Selama membela Chicago Bulls, Jordan pernah berhenti bermain basket pada 1993 dan mencoba menjadi pemain baseball profesional. Akan tetapi, tidak lama kemudian Jordan kembali bergabung dengan Chicago Bulls pada 1995 dan kembali membawa Bulls menjadi juara tiga tahun berturut-turut (1996-1998). Akan tetapi, pada 1999 Jordan kembali meninggalkan dunia basket profesional. Pada musim kompetisi 1999-2000, Jordan kembali terjun ke dunia basket, tetapi bukan sebagai pemain. Dia menjadi pemilik dan presiden tim basket Washington Wizards. Karena Wizards terpuruk, pada 2001 Jordan kembali menjadi pemain. Dia dikontrak oleh Wizards untuk dua tahun kompetisi. Sekembalinya sebagai pemain, Jordan tetap menunjukkan kualitasnya sebagai pemain hebat, tetapi dia tidak mampu mengangkat prestasi Wizards yang pada akhirnya tim ini tidak lolos play off. Oleh karena itu, untuk ketiga kalinya pada tahun 2003, Jordan kembali mengundurkan diri dari dunia basket. sumber:(http://www.anneahira.com/artikel-basket.htm)
Langganan:
Postingan (Atom)

